Headlines News :
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Sejarah kepemimpinan Gajah Mada

Written By Unknown on Sabtu, 13 Oktober 2012 | 07.36

Sahabatku, ada banyak sekali hal baik yang dapat kita pelajari dan kita terapkan dari mempelajari sejarah kepemimpinan Gajah Mada.

Salah satu pelajaran yang menurut saya patut diketahui dan dijalankan oleh setiap pemimpin di negeri ini, mulai dari ketua RT, RW, Kelurahan, sampai pucuk tertinggi kepemimpinan adalah lima sikap kepemimpinan Gajah Mada yang kita kenal dengan "panca titi darma".

Sikap pertama adalah "handayani hanyakra purana". Seorang pemimpin harus selalu mendorong yang muda untuk memiliki cita-cita mulia, beribadah dengan amal-karya, melangkah ke masa depan tanpa ragu-ragu apalagi sikap putus-asa.

Sikap kedua adalah "madya hanyakra pangaribawa". Seorang pemimpin ketika berada di tengah-tengah rakyatnya hendaklah mampu menjadi pembina dan perekat mereka untuk bersatu padu bersama membangun bangsa dan negara.

Sikap ketiga adalah "ngarsa hanyakra prabawa". Seorang pemimpin harus selalu tampil dimuka menjadi panutan yang tegas, dan teladan utama melalui satunya perbuatan dan tutur-kata.

Sikap keempat adalah "nir bala wikara". Seorang pemimpin harus mengedepankan musyawarah mufakat untuk penyelesaian masalah, jangan sampai rakyat menjadi korban, terluka, dan sengsara.

Sikap kelima adalah "ngarsa dana upaya". Seorang pemimpin hendaklah mau berkorban harta, tenaga, dan juga jiwa untuk bersama-sama membangun bangsa dan negara
agar hidup rakyat tenang, damai, sejahtera, dan bahagia.

Kemenangan PDI Perjuangan (PDIP) di beberapa Pilgub

Jakarta Kemenangan PDI Perjuangan (PDIP) di beberapa Pilgub dan Pilkada menjadi inspirasi dan semangat kader PDIP memenangkan pilkada di daerahnya masing-masing. Rakernas II PDI Perjuangan di Surabaya akan menegaskan sikap partai berlambang Banteng ini untuk meraih berbagai kemenangan dalam Pilkada, Pilgub, maupun Pemilu Legislatif dan Presiden di tahun 2014.

Ketua Panitia Rakernas II PDI Perjuangan, Puan Maharani mengatakan rakernas akan menjadi ajang konsolidasi partai untuk meraih kemenangan di berbagai pilkada, hingga pemenangan pemilu 2014.

"Selain Pilgub Jatim, sebentar lagi juga ada Pilgub Jateng dan Jabar. Kita akan terus berkonsolidasi terkait siapa yang akan maju dalam pilgub," kata Puan dalam siaran pers yang diterima detikcom, Rabu (10/10/2012) malam.

Puan menegaskan pemenangan Pileg dan Pilpres 2014 akan menjadi fokus utama, selain persoalan sinergi 3 pilar yaitu legislatif-eksekutif-partai untuk pemenangan 2014. Sinergi dan konsolidasi diperlukan untuk memastikan kemenangan PDIP yang optimistis banyak meraup suara di pemilu mendatang.

"Hari ini secara nasional PDI Perjuangan sudah memenangi 43 persen pilgub dan pilkada Kabupaten Kota se-Indonesia. Sebelumnya kita sudah menang di Pilgub DKI Jakarta dan Kalimantan Barat, juga Pilkada Lampung di Tanggamus, Lampung Barat, dan Tulang Bawang Barat, juga Gianyar dan Batu," jelas putri Megawati Soekarnoputri ini.

Puan menambahkan, selain konsolidasi dan penyiapan strategi untuk pemenangan pemilu, tahapan pemenuhan persyaratan sesuai UU Pemilu juga menjadi perhatian agar partai lolos verifikasi dan tercukupi suara yang dibutuhkan untuk mengikuti Pileg.

"Calon kita siap, semua sudah diserahkan pada Ketua Umum dalam Rakernas I di Bandung. Silakan ketua umum (Megawati) yang memutuskan setelah melihat gelagat dan dinamika politik yang akan datang, kita lihat nanti," tegas Puan Maharani yang juga Ketua Bidang Politik dan Hubungan Antar Lembaga DPP PDI Perjuangan.

Keterlibatan Amerika Serikat dalam gerakan PKI

Written By Unknown on Minggu, 18 Desember 2011 | 10.19

Joseph Lazarsky, wakil kepala CIA di Jakarta, mengatakan bahwa konfirmasi pembantaian datang langsung dari markas Soeharto. 'Kami memperoleh laporan yang jelas di Jakarta mengenai siapa-siapa saja yang harus ditangkap,' kata Lazarsky. 'Angkatan bersenjata memiliki "daftar tembak" yang berisi sekitar 4,000 sampai 5,000 orang. Mereka tidak memiliki cukup tentara untuk membinasakan mereka semua, dan beberapa orang cukup berharga untuk diinterogasi. Infrastruktur milik PKI dengan cepat dilumpuhkan. Kami tahu apa yang mereka lakukan... Soeharto dan para penasehatnya mengatakan, jika kamu membiarkan mereka hidup, kamu harus memberi mereka makan.'

Duta Besar Amerika di Jakarta adalah Marshall Green, yang dikenal di Departemen Luar Negeri Amerika Serikat sebagai 'ahli kudeta'. Green telah tiba di Jakarta hanya beberapa bulan sebelumnya, membawa serta reputasi karena telah mendukung penggulingan diktator Korea Syngman Rhee, yang telah keluar bersama Amerika. Ketika pembantaian berlangsung di Indonesia, manual mengenai pengorganisasian pelajar, yang ditulis dalam bahasa Inggris dan bahasa Korea, disebarkan oleh kedutaan Amerika Serikat ke Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI).Amerika Serikat juga secara langsung mendanai mereka yang berpartisipasi dalam penindasan terhadap orang-orang komunis. Pada tanggal 2 Desember 1965, Green mendukung rencana untuk menyediakan lima puluh juta rupiah untuk apa yang disebutnya sebagai "gerakan Kap-Gestapu," yang dia gambarkan sebagai "kelompok aksi sipi tapi terilhami tentara" yang "membawa beban upaya represif yang ditujukan kepada PKI, terutama di Jawa Tengah." Green tidak menyebutkan fakta bahwa "upaya represif saat ini" terhadap PKI di Jawa Tengah meliputi, menurut Konsulat Amerika Serikat di Medan, usaha untuk "membasmi semua orang PKI". Apakah dia menyadari fakta ini atau tidak, agak diragukan, karena ia sendiri mencatat bahwa Kedutaan Besar Amerika Serikat memiliki akses ke "laporan intelijen substansial" mengenai kegiatan Kap-Gestapu, kegiatan yang ia yakinkan pada Departemen Luar Negeri sebagai kegiatan yang "sepenuhnya sejalan dengan dan dikoordinasikan oleh tentara" dan yang ia puji sebagai kegiatan yang "sangat sukses".

Selain itu, Amerika Serikat memasok peralatan logistik penting pada jenderal-jenderal Indonesia. Para jenderal memintanya melalui penghubung yang ditunjuk di Bangkok, Thailand. Dukungan itu datang terutama dalam bentuk alat komunikasi taktis dengan tujuan menghubungkan Jakarta dengan pasukan militer yang melaksanakan penindasan terhadap PKI di Sumatra, Jawa dan Sulawesi.Amerika Serikat juga menyediakan "senjata" yang berasal dari Amerika Serikat maupun yang bukan dari Amerika Serikat, yang secara khusus merupakan permintaan untuk "mempersenjatai pemuda Muslim dan Nasionalis di Jawa Tengah untuk digunakan melawan PKI".Kawat diplomatik menunjukkan bahwa senjata-senjata ini adalah senjata ringan, digunakan untuk membunuh dari jarak dekat. Brad Simpson, Asisten Profesor Sejarah dan Studi Internasional di Princeton University dan direktur Proyek Dokumentasi Indonesia/Timor Timur di George Washington University, menyatakan bahwa "Amerika Serikat terlibat langsung sejauh bahwa mereka menyediakan bantuan kepada Angkatan Bersenjata Indonesia yang mereka berikan untuk membantu memfasilitasi pembunuhan massal."

Pada tanggal 5 Oktober 1965, Green mengirim telegram ke Washington mengenai bagaimana Amerika Serikat dapat 'membentuk perkembangan untuk keuntungan kita'. Rencananya adalah untuk memperburuk nama PKI dan 'pelindung' nya, Soekarno. Propaganda ini harus didasarkan pada '(penyebaran) kisah pengkhianatan, kesalahan, dan kebrutalan PKI'. Pada puncak pertumpahan darah, Green meyakinkan Jenderal Soeharto: 'Amerika Serikat umumnya bersimpati dan mengagumi apa yang sedang dilakukan oleh angkatan bersenjata.'Adapun mengenai jumlah korban, Howard Federspiel, ahli Indonesia di Biro Intelijen dan Penelitian Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada tahun tahun 1965, mengatakan, 'Tidak ada yang peduli, selama mereka adalah komunis, mereka harus dibantai. Tidak ada yang merasa perlu melakukan sesuatu mengenai hal itu

Pembantaian di Indonesia 1965–1966

Pembantaian di Indonesia 1965–1966 adalah peristiwa pembantaian terhadap orang-orang yang dituduh komunis di Indonesia pada masa setelah terjadinya Gerakan 30 September di Indonesia. Diperkirakan lebih dari setengah juta orang dibantai dan lebih dari satu juta orang dipenjara dalam peristiwa tersebut. Pembersihan ini merupakan peristiwa penting dalam masa transisi ke Orde Baru: Partai Komunis Indonesia (PKI) dihancurkan, pergolakan mengakibatkan jatuhnya presiden Soekarno, dan kekuasaan selanjutnya diserahkan kepada Soeharto.

Kudeta yang gagal menimbulkan kebencian terhadap komunis karena kesalahan dituduhkan kepada PKI. Komunisme dibersihkan dari kehidupan politik, sosial, dan militer, dan PKI dinyatakan sebagai partai terlarang. Pembantaian dimulai pada Oktober 1965 dan memuncak selama sisa tahun sebelum akhirnya mereda pada awal tahun 1966. Pembersihan dimulai dari ibu kota Jakarta, yang kemudian menyebar ke Jawa Tengah dan Timur, lalu Bali. Ribuan vigilante (orang yang menegakkan hukum dengan caranya sendiri) dan tentara angkatan darat menangkap dan membunuh orang-orang yang dituduh sebagai anggota PKI. Meskipun pembantaian terjadi di seluruh Indonesia, namun pembantaian terburuk terjadi di benteng-benteng PKI di Jawa Tengah, Timur, Bali, dan Sumatra Utara.

Usaha Soekarno yang ingin menyeimbangkan nasionalisme, agama, dan komunisme melalui Nasakom telah usai. Pilar pendukung utamanya, PKI, telah secara efektif dilenyapkan oleh dua pilar lainnya-militer dan Islam politis; dan militer berada pada jalan menuju kekuasaan. Pada Maret 1967, Soekarno dicopot dari kekuasaannya oleh Parlemen Sementara, dan Soeharto menjadi Presiden Sementara. Pada Maret 1968 Soeharto secara resmi terpilih menjadi presiden.

Pembantaian ini hampir tidak pernah disebutkan dalam buku sejarah Indonesia, dan hanya memperoleh sedikit perhatian dari orang Indonesia maupun warga internasional. Penjelasan memuaskan untuk kekejamannya telah menarik perhatian para ahli dari berbagai prespektif ideologis. Kemungkinan adanya pergolakan serupa dianggap sebagai faktor dalam konservatisme politik "Orde Baru" dan kontrol ketat terhadap sistem politik. Kewaspadaan terhadap ancaman komunis menjadi ciri dari masa kepresidenan Soeharto. Di Barat, pembantaian dan pembersihan ini digambarkan sebagai kemenangan atas komunisme pada Perang Dingin.

Menata bisnis Online atau investasi online

Anda mungkin bertanya-tanya kenapa banyak sekali orang sukses berbisnis di internet, namun tidak sedikit juga yang gagal. Bila anda ingin tahu kenapa, itu karena tergantung dari mindset atau pola pikir mereka masing-masing. Orang sukses berbisnis online karena dia sudah mengawalinya dengan pola pikir yang baik sebagai entrepreneur, sedangkan yang gagal karena mereka asal-asalan, tidak yakin atau bahkan tidak tahu cara yang benar. Untuk memulai dan sukses berbisnis online, ada beberapa hal yang harus ditanamkan pada benak Anda, antara lain :
 
1. Kepercayaan.
 
Anda harus percaya bahwa bisnis online yang anda bangun akan sukses. Ini penting karena bagaimana anda bisa sukses kalau anda sendiri tidak percaya. Untuk membangun kepercayaan anda bisa belajar dari kisah-kisah sukses para pebisnis online seperti Anne Ahira, yang memulai bisnis online mulai dari nol. Namun berkat kepercayaannya, Beliau sukses membangun kerajaan bisnis online. Bukan hanya Anne Ahira, murid-muridnya pun banyak yang sudah sukses. Saya kira anda bisa mempelajari kisah-kisah sukses pebisnis online dengan browsing di internet atau beli buku di toko buku, banyak sekali orang di dunia termasuk Indonesia yang telah menjadi netpreneur dan entrepreneur sukses. Dari kisah-kisah ini, anda bisa meyakini bahwa Anda bisa seperti mereka. Kalau mereka bisa kenapa kita tidak.
 
2. Serius.
 
Kalau Anda sudah mempunyai kepercayaan bahwa Anda bisa sukses dan menghasilkan uang di internet, berikutnya anda harus serius untuk mempraktekannya. Bukan hanya wacana saja. Anda harus serius dalam belajar, mencari ilmu yang berkaitan dengan ilmu komputer, internet marketing dan hal-hal yang berkaitan dengan bisnis online. Selanjutnya anda serius untuk memulainya. Kalau anda bingung cara memulainya, anda bisa kunjungi terus weblog ini atau kursus disini.
 
3. Disiplin.
 
Bila anda sudah serius, anda juga harus disiplin dalam merencanakan, memulai dan menjalani bisnis online. Anda ikuti cara berbisnis online yang baik. Anda ikuti tahapan-tahapannya. Anda tidak boleh terburu-buru. Anda harus memenejemen waktu, atur waktu online, kapan waktu online untuk bisnis dan kapan online untuk santai misalnya chatting, mengunjungi forum dan lain-lain. Saat online untuk membangun bisnis online, anda harus disiplin, fokus hanya mengerjakan kegiatan pentahapan bisnis online, tidak browsing kemana-mana yang tidak ada kaitannya dengan bisnis anda.
 
4. Bisnis Online Bukan Bisnis Cepat Kaya.
 
Harus ditanamkan pada otak anda bahwa bisnis diinternet ini adalah bukan bisnis cepat kaya. Saya meragukan kalau ada yang mengajak berbisnis online dengan hanya beberapa minggu langsung kaya. Ada prosesnya, masalah lama atau tidak itu tergantung seberapa seriusnya anda. Yang jelas tidak instan langsung kaya. Normalnya sekitar 3 atau 4 bulan, asal anda serius dan disiplin anda sudah bisa menghasilkan uang. Untuk besarnya pendapatan anda, tergantung seberapa gigihnya anda. Di Lembaga Kursus Online Asian Brain saat ini ada suatu tantangan dalam waktu 120 hari bisa menghasilkan uang US$100 perhari. Murid-murid di Lembaga tersebut, dibimbing dan ditutor secara bertahap dengan video. Kalau anda tertarik anda bisa menjadi muridnya. Namun demikian, ingat disana juga ditekankan bahwa bisnis online bukan bisnis cepat kaya.
 
5. Tanggung Jawab Untuk SUKSES.
 
Anda harus bertanggung jawab akan kesuksesan anda. Masa depan anda tergantung anda. Intinya anda harus gigih, ulet dan pantang menyerah. Rata-rata pebisnis online tidak langsung sesukses sekarang ini. Mereka pernah beberapa kali jatuh. Tapi mereka bangkit dengan memperbaiki kesalahan-kesalahannya. Ada juga memang yang berjalan mulus terus, itu karena mereka sudah mengerti cara-caranya. Ada kata-kata bijak yang perlu anda tulis bahwa : “Kalau Anda Saat Ini Belum Sukses, Itu Karena Anda Belum Banyak Mengalami Kegagalan”. Jadi kalau anda menemui kegagalan dalam berbisnis online, belajarlah dari kegagalan, ambil makna dan hikmahnya, jangan malu untuk bertanya kepada senior-senior atau master-master bisnis online, cari artikel-artikel tentang bisnis online di internet atau beli buku di toko buku, kursus online atau anda bisa kunjungi terus weblog ini. Masa depan Anda tergantung Anda sendiri.

Konflik Perang Dingin, 1953-1963

Cara Soekarno Melawan Amerika

Dinamika perpolitikan Indonesia di era perang dingin kurun waktu 1953-1963 pernah ditandai dengan aroma diplomasi cantik dan elegan, disertai dengan kebijakan para pemimpin yang tidak mau didikte dan tunduk pada Amerika. Meski saat itu negeri Indonesia baru merdeka dalam hitungan belasan tahun, semangat nasionalisme dan kecerdikan para pemimpinnya menjadikan negara Indonesia disegani oleh Amerika, Uni Soviet dan negara-negara Sekutu.

Bagaimana tidak, di tengah perseteruan perang dingin antara Amerika dan Uni Soviet, Indonesia, yang baru merdeka dalam hitungan belasan tahun, lewat kunjungan Soekarno ke Washington berhasil mendinginkan keadaan. Di sisi lain, melalui semangat nasionalisme yang tinggi dan kecerdikan diplomasinya, pemerintah Indonesia lewat diplomasi cantik dan ciamik Soekarno juga berhasil mempermainkan Amerika dan Uni Soviet dalam kasus pembebasan Irian Barat dari penjajahan Belanda.

Dengan menggunakan kartu Uni soviet, Soekarno menerapkan kebijakan luar negeri dengan metode gertak sambal, yaitu menakut-nakuti Amerika bahwa militer Uni Soviet akan membantu Indonesia dan akan memporak-porandakan Belanda, negara sekutu Abadi Amerika di tanah penjajahan Papua.

Berkat diplomasi Bung karno, Amerika tak berkutik, John F Kennedy dengan sangat terpaksa memerintahkan Belanda untuk hengkang dari dan tanah Irian Barat. Papua kemudian bebas dari penjajahan dengan tanpa jatuh korban dan peperangan. Sebuah permainan diplomasi cantik diperagakan oleh pemimpin Indonesia, dengan spirit nasionalisme yang tinggi dan sikap pemerintahan yang independen.

Buku karya Baskara Tulus Wardaya yang merupakan disertasi di Universitas Marquette, Milwaukee, Wisconsin Amerika ini ingin menuturkan dinamika politik Indonesia di masa perang dingin 1953-1963, serta model kepemimpinan pemerintahan Indonesia yang anti terhadap hegemoni Amerika dan bagaimana kecerdikan Bung Karno mengambil kebijakan-kebijakan luar negerinya.

Sebagaimana dikisahkan oleh Baskara, landasan kepemimpinan Soekarno dibangun atas dasar nasionalisme, Islam dan Marxisme. Nasionalisme yang tumbuh dalam dirinya telah menanamkan rasa persatuan dan cinta Tanah Air sekaligus menjadikan dirinya menjadi proklamator dan presiden pertama Indonesia, sementara ideologi Marxisme yang dikembangkannya membuat dirinya memiliki hubungan dekat dengan Uni Soviet dan menanamkan jiwa anti hegemoni dan imperialisme Barat.

Bersama pemerintahan Soekarno, kebijakan luar negeri Indonesia sangat disegani asing. Salah satu kebijakan luar negeri yang indah dan luar biasa dalam dinamika politik Indonesia di era pemerintahan Soekarno adalah peristiwa pembebasan tanah Papua dari penjajahan Belanda.

Pada masa itu, Soekarno memanfaatkan Uni Soviet yang saat itu sedang berseteru dengan Amerika, pada saat bersamaan posisi negara Belanda menjadi bagian dari Sekutu bersama Amerika dan Eropa. Soekarno melalui kekuatan diplomasinya membujuk Uni Soviet untuk membantu secara militer mengusir Belanda dari tanah Papua, dan keberhasilan diplomasi Soekarno ini disampaikan ke Pihak Amerika. Amerika yang saat itu tidak tega melihat sekutu abadinya luluh lantak oleh militer Uni Soviet, lalu memerintahkan Belanda untuk mundur dari pendudukannya di tanah Irian.

Proses diplomasi yang membuat Amerika gigit jari tersebut berlangsung demikian. Subandrio wakil perdana menteri yang pernah menjabat duta besar Moskow, diperintah olah Soekarno untuk meminta bantuan militer kepada pemimpin Uni Soviet, Nikita Khrushehev, agar mengusir Belanda dari tanah Papua. Keberhasilan Subandrio melobi Nikita Khrushehev kemudian disampaikan oleh Soekarno kepada Howard P Jones, duta besar Amerika di Indonesia. Informasi tersebut membuat John F Kennedy yang saat itu sedang menjabat sebagai presiden Amerika kalang kabut, karena Kennedy tidak mau melihat Belanda porak-poranda dan babak belur akibat serangan militer Uni Soviet, ia memaksa Belanda untuk kabur dan hengkang dari tanah Papua. Tanah Papua pun bebas dari penjajahan Belanda dengan tanpa korban dan biaya pengeluaran untuk militer, dan militer Uni Soviet pulang tanpa menembakkan sebutir peluru pun karena Belanda sudah hengkang saat kapal perang Uni Soviet sampai di perairan Indonesia.

Keberhasilan Soekarno mempecundangi Amerika tidak hanya dalam kasus pembebasan tanah Irian, pemerintahan di masa Soekarno juga berhasil menangkap basah penyusupan CIA di Maluku pada tahun 1958, yang menyamar sebagai pilot, dan kemudian diadili secara tertutup. Padahal Amerika saat itu mendanai pemberontakan pemerintahan revolusioner Republik Indonesia dan perjuangan Semesta di Maluku.

Pencapaian negara Indonesia di era Soekarno ini seakan menunujukkan bahwa negara Indonesia pernah menjadi negara yang memiliki kekuatan diplomasi yang cantik, dengan jiwa nasionalisme yang tinggi dan tidak pernah mau tunduk dan didikte oleh negara super power Amerika. Salah satu bukti nyata lain adalah dinamika politik Indonesia pada tahun 1948 ditandai dengan deklarasi politik bebas aktif, melawan Malaysia pada tahun 1963, dan keluar dari keanggotaan PBB pada tahun 1965.

Lewat buku ini rasanya Baskara ingin menunjukkan bahwa kepemimpinan Indonesia beberapa puluh tahun yang lalu pernah memiliki rasa nasionalisme yang tinggi dan dengan gagah berani menentang hegemoni pihak asing. Sayangnya ruh kepemimpinan ala Soekarno ini tidak lagi kelihatan di masa sekarang, dan hanya tinggal kenangan.

Hal ini dibuktikan, bahwa praktis pasca presiden Soekarno, Indonesia berada dalam cengkeraman asing (Amerika), pemerintahan Orde Baru berada di bawah kendali Amerika, melalui lembaga-lembaga internasional-nya seperti IMF, Bank Dunia, USAID. Orde Baru mewarisi kebijakan buruk dan berlanjut hingga sekarang, tak heran jika Indonesia di masa Orde Baru pernah dijuluki sebagai negara gagal atau failed state akibat strategi kebijakannya yang selalu tunduk pada Mafia Berkeley, dan Indonesia hanya menjadi negara kepanjangan tangan dari kepentingan global Mafia Berkeley lewat “Washington konsensus”

Nama Ir.Soekarno memang dikenal harum di dunia.

Nama Soekarno memang dikenal harum di dunia. Sepak terjangnya sebagai Presiden pertama Republik Indonesia, dan kepiawaiannya dalam memainkan politik di dunia internasional, menjadi spirit baru bagi negara-negara Asia dan Afrika di masa lalu untuk merdeka. Kawan maupun lawan dibuat segan oleh pandangan-pandangannya. Akhasil, sederet pujian dan anugerah disematkan pada diri Sukarno ke dalam berbagai manifestasi. Berikut uniknya.com, himpun 5 diantaranya:

1. Mesjid Biru Soekarno di St. Petersburgh
Di negeri komunis Uni Soviet, nama Soekarno sangat dikenal. Bukan hanya dianggap sebagai teman dalam Perang Dingin melawan poros Barat, namun juga sebagai presiden muslim yang memberikan “berkah” sebagian muslim di negeri palu arit. Semua berawal ketika sang presiden pada tahun 1955 silam, berkunjung ke kota terbesar kedua di Russia ini. Kala itu, Soekarno sedang menikmati indahnya kota St. Petersburg yang didirikan oleh Peter the Great pada abad 17. Dari dalam mobil itu, Soekarno sekelebatan melihat sebuah bangunan yang unik dan tidak ada duanya, yang kelak diketahuinya sebagai Mesjid yang telah dijadikan sebuah gudang senjata.

Setelah dua hari menikmati keindahan kota St. Petersburg yang saat itu masih bernama Leningrad, Soekarno terbang ke Moskow untuk melakukan pembicaraan tingkat tinggi guna membahas masa depan kerja sama bilateral dan berbagai posisi kunci dalam Perang Dingin yang terus memuncak. Dalam pertemuan itulah Soekarno melontarkan kekecewaannya pada penguasa tirai besi Soviet Nikita Kruschev, perihal mesjid indah yang dilihatnya. Seminggu setelah kunjungan usai. Sebuah kabar gembira datang dari pusat kekuasaan, Kremlin di Moskow. Seorang petinggi pemerintah setempat mengabarkan bahwa satu-satunya masjid di Leningrad yang telah menjadi gudang pasca revolusi Bolshevic tersebut bisa dibuka lagi untuk beribadah umat Islam, tanpa persyaratan apapun. Sang penyampai pesan juga tidak memberikan alasan secuilpun mengapa itu semua bisa terjadi. Tetapi, umat muslim hingga saat ini sangat berterima kasih dan meyakini bahwa Soekarno orang dibalik semua ini. Maka tak heran jika muslim di St. Petersburg menjuluki mesjid ini dengan Mesjid Biru Sukarno.

2. Jalan Ahmad Soekarno di Mesir

Puncak harmonisnya hubungan RI – Mesir, terjadi ketika kedua negara ini dipimpin oleh Ir. Soekarno dari Indonesia dan Gammal Abdul Nasser dari Mesir. Untuk diketahui, Presiden Indonesia pertama dikenal di Mesir dengan nama Ahmad Soekarno. Penambahan nama Ahmad dilakukan oleh para mahasiswa Indonesia di Mesir untuk memperkuat nuansa keislaman sehingga menarik perhatian masyarakat Mesir bahwa Presiden Indonesia beragama Islam, seragam dengan nama Wakil Presiden yang diawali nama Mohammad, lengkapnya Mohammad Hatta. Keduanya (Ahmad dan Muhammad) merupakan nama-nama Islami.

Tercatat, enam kali Soekarno menggunjungi negeri firaun ini.Selain itu, persahabatannya dengan Nasser dan aktifitas keduanya sebagai pemrakarsa di Konferensi Asia-Afrika, membuat nama Presiden Soekarno begitu harum di mata pemerintah dan rakyat Mesir, sehingga namanya diabadikan sebagai nama jalan di Mesir. Letaknya bersebelahan dengan Jalan Sudan, Daerah Kit-Kat Agouza Geiza. Jalan ini bisa dicapai dari kawasan mahasiswa di al-Hay al-Asyir (Sektor 10) Madinat al-Nashr (Nasr City) dengan menaiki bus hijau nomor 109 dan 167.

3. Jalan Soekarno di Maroko

Jika di Jakarta ada jalan bernama Casablanca, sebuah kota terkenal di Maroko, maka di Maroko juga terdapat nama-nama jalan berbau Indonesia. Tak tanggung-tanggung nama presiden pertama Indonesia, Soekarno, ‘dicatut’ menjadi nama jalan di Ibokota Maroko, Rabat. Rupa-rupanya Maroko terkesan dengan sosok Soekarno. Nama jalan tersebut diresmikan sendiri oleh Bung Karno bersama Raja Muhammad V saat kunjungan beliau ke Maroko pada 2 Mei 1960. Nama jalannya waktu itu: ‘sharia Al-Rais Ahmed Sukarno’ yang sekarang terkenal dengan nama Rue Suokarno. Jalan ini berdekatan dengan kantor pos pusat Maroko.

Dipilihnya nama Soekarno, karena Soekarno adalah pencetus Konferensi Asia Afrika (KAA) pada tahun 1955. Nama tersebut dipilih sebagai penghargaan terhadap Presiden Soekarno. Seperti diketahui, hasil KAA saat ini mulai dirasakan oleh negara-negara peserta, termasuk Maroko sendiri. Sebagai bentuk persahabatan dua bangsa, di Jakarta pun kita temui ruas jalan dengan nama Jalan Casablanca.

4. Jalan Soekarno di Pakistan

Pakistan begitu menghormati Bung Karno. Ada dua tempat di Pakistan yang dinamai dengan nama beliau yakni Soekarno Square Khyber Bazar di Peshawar, dan Soekarno Bazar, di Lahore. Penamaan Soekarno ini tidak lepas dari sepak terjang kedua negara. Pakistan sangat segan kepada sosok Bung Karno. Bahkan hingga kini kalangan militer Pakistan masih ingat jasa Bung Karno yang mengirim TNI AL berpatroli di laut selatan Pakistan saat konflik memanas antara Pakistan dan India di tahun 1965. Sebaliknya, pendiri Pakistan Quaid Azzam Ali Jinnah pernah meminta menahan seluruh pesawat Belanda yang singgah di Pakistan pada 1947, ketika Belanda ingin menyerang Indonesia.

5. Perangko Soekarno di Kuba

Tahun 2008 lalu, pemerintah Kuba menerbitkan perangko seri Bung Karno dengan Fidel Castro dan salah seorang pemimpin gerilya Kuba kelahiran Argentina, Che Guevara. Perangko bernilai historis dan patriotik itu,  diterbitkan untuk mengenang hubungan diplomatik kedua negara, sekaligus berkenaan dengan perayaan HUT ke-80 Fidel Castro.

Bung Karno mengunjungi Havana, Kuba, pada tanggal 9 hingga 14 Mei 1960. Ia menjadi kepala negara pemerintahan asing pertama yang mengunjungi Kuba setelah Revolusi 1959. Di bandara udara, Bung Karno yang dianggap ikut menginspirasi revolusi Kuba disambut oleh tokoh-tokoh penting Kuba selain Presiden Osvaldo Dorticos, Perdana Menteri Fidel Castro Ruz, dan Gubernur Bank Nasional Che Guevara juga Menteri Luar Negeri Dr. Raul Roa Garcia


Pemerintah Indonesia juga menghargai jasa prajurit Pakistan, yang ketika itu ikut rombongan sekutu. Rombongan ratusan prajurit Pakistan itu tadinya diperintahkan menyerang Indonesia ketika sekutu sampai di Surabaya November 1945. Namun mereka berontak dan memilih berperang di sisi Indonesia. Dari total 600 tentara Pakistan, sebanyak 500 orang gugur di Surabaya. Pada Agustus 1995, Indonesia memberikan medali Indenpendece War Awards kepada tentara Pakistan ini.

Karuhun banten/tempat ziaroh

Written By Unknown on Minggu, 20 November 2011 | 01.23

1.   Masjid Agung Banten
      Banten Grand Mosque

     Masjid Agung terletak di sebelah barat alun-alun Banten, diatas lahan seluas 0,13 hektar. Didirikan pertama kali pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanudin pada tahun 1566, atau tanggal 5 Zulhizah 966 H dilanjutkan pada masa Sultan Maulana Yusuf.
     Bangunan induk masjid ini berdenah segi empat dengan atap bertingkat bersusun 5 atau dikenal dengan istilah atap tumpang. Tiga tingkat yang teratas sama runcingnya. Terdapat menara yang tingginya lebih kurang 23 m bentuknya seperti mercusuar, pada jaman dulu digunakan sebagai tempat mengumandangkan adzan dan sebagai menara pandang ke lepas pantai.
     Tiyamah (pavilion) merupakan bangunan tambahan yang terletak di selatan masjid, berbentuk empat persegi panjang dan bertingkat, pada masanya digunakan sebagai tempat bermusyawarah dan berdikusi mengenai keagamaan.
     Terdapat pula makam para Sultan Banten dan keluarganya seperti: Makam Sultan Maulana hasanudin, Sultan Ageng Tirtayasa, sultan Abdul Mufachir, Muhammad Aliyudin, dan lain-lain. Masjid Agung ini berlokasi di Kecamatan Kasemen, kira-kira 10 km dari pusat kota Serang.

     Built by Sultan hasanuddin and Maulana Yusuf (1566-1580 AD). 0,13 hectare area width completed by 23 meter high minaret. Tiyamah as Islamic Study Centre and Sultans cemeteries (Sultan Maulana Hasanuddin, Sultan Ageng Tirtayasa, Sultan Mufachir).

2.   komplek Makam Sultan Maulana Yusuf
      Sultan Maulana Yusuf Cemetery

     Maulana Yusuf adalah Putra dari Sultan Maulana hasanuddin, Beliau merupakan Sultan Banten ke-2 yang memimpin dari tahun 1570-1580 dan banyak jasanya dibidang pertanian. Makan Sultan Maulana Yusuf terletak di kampong Kasunyatan, Desa Pekalangan, Kota Serang, terletak di tengah sawah tak jauh dari jalan raya menuju Banten lama, sekitar 6 km dari kota Serang.

Sultan Maulana Yusuf brought agricultural development. The location is 6 km from Serang.

3.   Makam Sultan Pangeran Astapati/ Mulyasmara
      Prince Astapati/ Mulyasmara Cemetary

     PANGERAN ASTAPATI/ MULYASMARA adalah salah seorang tokoh agama islam di Banten yang diperkirakan berasal dari masyarakat baduy yang masuk islam dan mengabadikan dirinya kepada kesultanan Banten. Terletak di desa kasunyatan kecamatan Kasemen Kota Serang.

     He is a buduy tribe that embraced islam and fully dedicated to the Sultan. It is in kasunyatan, Kasemen subdistrict of Serang City.

4.   Masjid Kenari
      Kenari Mosque

     Masjid Kenari merupakan bangunan kepurbakalaan islam dari masa Sultan Abdul Mufachir Machmud Abdul Qadir, Sultan Banten keempat yang didalamnya terdapat taman yang dulunya tempat beristirahat para keluarga Sultan. Selain makam Sultan Abdul Mufachir Machmud Abdul Qadir juga terdapat makam ibundanya Sultan. Masjid ini terletak di desa Kenari Kecamatan Kasemen kurang lebih 7 km dari Kota Serang.

5.   Masjid Kasunyatan
      Kasunyatan Mosque

     Masjid Kasunyatan terletak di desa kasunyatan, Kecamatan Kesemen, Kota Serang, kira-kira 2 km ke sebelah selatan Masjid Agung Banten. Masjid ini dahulu digunakan sebagai tempat berkumpulnya para Ulama dari berbagai daerah Nusantara untuk mempelajari dan memperdalam mengenai agama islam. Di samping bangunan masjid terdapat makam Ratu Asyiah dan makam Kelurga Keluarga Kesultanan lainnya.

It is Kasunyatan Village, older than the Grand Mosque, which ulama from all around Indonesia came to study Islam.

6.   Makam Pangeran Arya Mandalika
      Prince Arya Mandalika Cemetary

     Pangeran Arya Mandalika adalah putra Sultan maulana Yusuf dari istri yang lain (bukan Permaisuri Ratu Khadizah). Pangeran Arya mandalika menjabat sebagai Panglima Perang merangkap Menteri Perlengkapan. Makam Pangeran Arya Mandalika terletak di kampong Kroya di pingir jalan raya Banten, sebelum Keraton Kaibon kecamatan Kasemen, Kota Serang.

     Arya Mandalika is Sultan Maulana Yusuf son and also as royal military commander. The location is about 1 km before the Grand Mosque.

7.   Makam Keramat bela/ Ki Buyut/ Shekh Tubagus Achmad
      Sheikh Tubagus Achmad Cemetary

     Makam Keramat Ki Buyut/ Shekh Tubagus Achmad merupakan makam salah seorang ulama besar yang juga sufi pada masa kesultanan Abul Mahasim Zainal Abidin. Semasa hidupnya beliau selalu membela kaum yang lemah dan sekaligus penyebar agama islam. Makam ini berada dalam komplek makam Mesjid Agung Banten.

Also know as Ki Buyut bela, a famous Sheikh during the sultanate of Mahasim Zainal Abidin.

8.   Makam Shekh TB. Achmad & Shekh TB. Chuluk (Buyut Tengkele)
      Shekh TB. Achmad And Shekh TB. Chuluk Cemetary

     LOKASI makam ini berada di tepi jalan Serang- Pandeglang sekitar 2 km dari kota Serang berupa komplek pemakaman umum seluas + hektar. Makam Shekh TB. Achmad dan Shekh TB. Chuluk terletak di bagian paling muka dari komplek pemakaman ini. Sekitar 300 meter ke sebelah Barat di tepi Sungai Cibanten terdapat pancuran yang airnya mengalir dari celah bebatuan yang disebut juga sebagai pancuran mas.
     Kebiasaan pengunjung yang mengambil air pancuran ini dengan menggunakan tabung bamboo kecil yang disebut “Tengkele”.

THE CEMETERY located in jalan Raya Serang- Pandeglang 2 km from Serang.

9.   Makam Keramat Karundang Cipager
      Karundang Cipager Cemetery

     DI LOKASI ini terdapat beberapa makam yang tersebar di beberapa tempat dengan jarak yang cukup berjauhan. Terdapat 17 buah makam diantaranya merupakan makam yang dinaungi cungkup permanent berbentuk rumah dengan makam utama R. Mas Hasani.
     Makam yang paling terkenal diantara ke-17 buah makam tersebut adalah makam Ki Buyut Srubut atau srudug.

THERE are 17 grave, but yhe most famous is Ki Buyut Srubut grave.

10. Makam Ki Tuan Syarif Penancangan
      Ki Tuan Syarif Penancangan Cemetary

    KOMPLEK makam ini berada di sebelah Utara Stadion Maulana Yusuf Penancangan Serang, dan merupakan pemakaman umum, dengan luas sekitar 1 hektar. Tokoh yang dimakamkan dalam cangkup ini merupakan keturunan Syarif/ Ayip, di antaranya tokoh yang disegani pada masanya, seperti Syarif rubi yang pernah menjalani Bupati Bogor, kijakrana pernah menjadi jaksa pada masa kesultanan.

LOCATED ON north of Stadium Maulana Yusuf Penancangan Serang. The figures buried here are the famili of Syarif/ Ayip.

11. Komplek Makam Singadaru
      Singadaru Cemetary

     LOKASI komplek makam ini terletak di jalan Ki Uju Gg. Gozali Kaojon Serang, Luas kawasan ini makam ini sekitar 1 hektar. Di sebelah utara perbatasan dengan parit yang diduga dahulu merupakan bekas sungai. Makam TB. Abdurrahman atau yang bergelar Pangeran Singadaru, yang diartikan “cahaya seperti kilat” merupakan silsilah ketujuh keturunan Sultan hasanuddin.
    Makam TB. Abdurrahman atau yang bergelar Pangeran Singadaru berada di tengah- tengah dan berada di dalam cungkup permanent berbentuk rumah.

LOCATED in jalan Ki Ki Uju Gg. Gozali Kaojon Serang, for about 1 hectare.

12. Makam Kim as Jong & Agus Ju/ Situs Banten Girang
      Banten Girang Archeological Site

     BERDASARKAN ekskavasi dan penellitian terhadap Situs Banten Girang oleh Pusat Penelitian Arkeologi dengan EFEO, jumlah pecahan keramik Cina serta sisa-sisa reruntuhan, Banten Girang ini merupakan bekas kota yang diperkirakan mulai berdiri pada abad ke-10 dan mencapai puncaknya abad ke-13-14 Masehi. Menurut Guillot, Banten Girang mengalami bencana yang disebabkan oleh penaklukan pakuan.
     Untuk mencapai Banten Girang dapat ditempuh melalui jalan kearah Pandeglang, sampai Desa Sempu kemudian melewati jalan sekitar seratus meter menyeberangi Sungai Cibanten, di seberang sungai inilah terdapat Situs Banten Girang.
     Di Banten Girang terdapat makam ki Mas Jong dan Agus Ju. Menurut sejarah, Ki Mas Jong dan Agus Ju adalah dua kakak beradik yang pertama masuk Islam dari penduduk banten girang dan pengikut setia Sultan Islam Pertama Sultan Hasanuddin. Makam ini terletak di Desa Karundang (Sempu) Cipocok Kota Serang.

     BASED ON Excavation and research archaeological site by Pusat Penelitian Arkeologi Nasional with EFEO, banten Girang built around aboat 10 century, during the 13th until 14th century was a glory priode. Guilot said that Banten destroyed by Pakuan attack.
      On Banten Girang, there are cemeteries of Ki Mas Jong and Agus Ju, both of them where the firth person who believed in Islam and becose loyal participants of Sultan Maulana hasanuddin.

13. Tempat Kelahiran Syekh Nawawi Tanara
      Syekh Nawawi’s Birthplace

      Syekh Nawawi AL BANTANI Tanara, dilahirkan di desa Tanara (Sebelah Timur laut Kota Serang) pada tahun 1813 M. Semasa hidup hingga wafat di mekkah pada tahun 1897 M di usia 84th dan dimakamkan di ma’la kota Mekkah. Beliau telah menghasilkan banyak buku yang menjadi pegangan dan kajian ulama dalam dan luar negeri. Syekh Nawawi Al Bantani bernama lengkap Muhammad Nawawi bin Umar bin Arabi.

      HE was a famous from tanara village, northeast of Serang City. During his life in Mecca, produced mani books of Islam reference.

14. Makam Syekh Muhammad Sholeh bin Abdurohman (Gunung Santri)
      Syekh Muhammad Sholeh Cemetery

      MAKAM Syekh Muhammad Sholeh bin Abdurohman atau lebih dikenal dengan penjiarahan Gunung Santri terletak di atas puncak Gunung Santri  di Kecamatan Bojonegara Kabupaten Serang, terletak di sebelah barat laut daerah pantai utara, 25 km dari kota Serang atau sekitar 7 Km dari Kota Cilegon.

LOCATED on the top of the Mount Santri, Bojonegara subdristrict of Serang Regency.

15. Makam Buyut Sani/ Situs
      Buyut Sani Cemetery and archaeological Site

     Situs Buyut Sani merupakan sebuah komplek pemakaman di Kecamatan Pulau Panjang dengan tokoh yang dimakamkan bernama Buyut Sani. Lokasi ini dapat ditempuh dengan perahu motor dari pelabuhan karangantu selama kurang lebih 45 menit.
      Buyut sani merupakan salah seorang ulama penyebar Islam di Pulau Panjang. Makam Buyut Sani berukuran 10,5 meter.
      Terdapat sebuah papan peringatan untuk tidak merusak dan melindungi peningalan purbakala ini yang ketika itu masih memakai memomentum Ordonantie Stbl 1931-238  sebelum diterbitkan UU No. 5 tahun 1992 tentang benda cagar budaya.

      Buyut Sani Cemetery is located at Pulau Panjang, it takes 45 minutes by motorboat from Karangantu. Buyut Sani was a Muslem theologian who spreads Islam in Pulau Panjang.

16. Makam Kyai Haji Washid
      Kyai Haji Washid Cemetery

     Kyai Haji Washid merupakan salah seorang ulama Banten yang gigih Menentang Belanda. Ulama ini memimpin pertempuran Geger cilegon, namun pada pertempuran Geger Cilegon tersebut Beliau wafat. Makam Beliau terletak di Kampung Jombang Wetan kota Cilegon.

A Banten Ulama that lead Geger Cilegon battle against the dutch.

17. Makam keramat Cikadueun
      Cikadueun cemetery

      Makam utama di komplek ini adalah makam Abunashr Abdulkahar atau Sultan Haji, lokasi penjiarahan ini terletak di Kampung Cikadueun, Kecamatan Saketi, kabupaten Pandeglang, masyarakat setempat menyebutnya Maulana mansyur (karena banyak menolona orang).

A FAMOUS Banten Ulama is buried here, Abunashr Abdulkahar or Sultan Haji. (son of Sultan Ageng Tirtayasa)

18. Masjid Salafiah Caringin
      Salafiah Caringin Cemetary

     Didirikan sekitar tahun 1884 oleh penduduk Caringin secara bergotong royong yang dipimpin oleh Ulama syekh Asnawi. Tidak jauh dari Masjid Caringin terdapat makam KH. Muhammad Asnawi (Syekh Asnawi bin Abdul Rohman) yang wafat pada tahun 13356 H (1937 M) yang terletak di tepi pantai, Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.

Built In 1884 lead by Sheikh Asnawi, His Grave located nearby the Mosque.


19. Makam Keramat Solear
      Solear Cemetary

     Makam keramat Solear merupakan makam Syekh Mas Masad bin Hawa seorang tokoh agama Islam. Kawasan Makam Keramat Solear merupakan kawasan hutan dan dihuni oleh ratusan ekor kera, yang terletak di Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, 16 km dari Tigaraksa, dapat ditempuh dengan kendaran roda dua dan empat.

Cemetary of Sheikh mas Masad bin Hawa. A colony of monkeys life there mysteriously.

20. Makam Pangeran Jaga Lautan/ Pulau Cangkir
       Pangeran Jaga Lautan Grave

      Pangeran Jaga Lautan adalah putra Sultan Banten dari Istri yang lain (bukan Nyi Ratu Ayu Kirana). Beliau merupakan salah seorang Ulama besar Banten yang menyebarkan Islam di kawasan pesisir utara Banten. Terletak di Desa kronjo Kabupaten Tangerang.

SON of Banten Sultan, he was know as afamous Ulama in Banten and rest in an island (Cangkir Island)

21. Vihara Avalokitesvara
      Avalokitesvara Buddhist Monastery

     Klenteng Avalokitesvara merupakan salah satu vihara tertua di Indonesia, yang dibangun sekitar abad ke-16, di dalamnya terdapat patung Dewi Kwan Im peninggalan masa kaisar China Dynasty Ming. Vihara ini masih berfungsi sebagai tempat beribadah agama Badha. Terletak di kampong kasunyatan, Desa Banten Kasemen, Kota Serang, lokasinya berdekatan dengan Benteng Spelweijk.

      ONE the oldest Buddhist temple in Indonesia. The Kwan Im Goddes statue from Ming Dinasty is the collection of the temple.

22. Vihara Tjoe Soe Kong/ Klenteng Tanjung Kait
      Tjoe Soe Kong Buddhist Monestary

      Kelenteng Tjoe Soe Kong terletak di kawasan pantai Tanjung Kait, di atas lahan kurang lebih 10.000, meter persegi. Kronologi berdirinya bangunan ini  tidak diketahui secara pasti. Konsep bentuk bangunan vihara atau kelenteng ini berdasarkan pada aturan-aturan khusus sesuai yang diatur pada agama budha. Tidak jauh dari lokasi klenteng ini terdapat makam Dewi Neng, Mbah Rahman, Aki Brosut, dan lain-lain. Telah terjadi pembauran antara pendatang Tionghoa dengan kepercaan kaum pribumi.

NEARBY Tanjung Kait Beach. This Monastery is a melting pot of Indonesia and Chinese Culture.

23. Klenteng Boen San Bio
      Boen San Bio buddist monastery

     Klenteng Boen San Bioterletak di jalan Pasar Bayu, Kelurahan Kranjaya, kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Didirikan pada tahun 1689 yang merupakan tempat beribadah Umat Budha dan  konghucu. Kelenteng tersebut salah satu klenteng tertua di Banten dan terkenal dengan tradisi pecunnya.

Prabu Kian santang adalah Tokoh tasawuf dari tanah pasundan

Written By Unknown on Selasa, 18 Oktober 2011 | 13.20

Prabu Kian santang adalah Tokoh tasawuf dari tanah pasundan yang ceritanya melogenda khususnya di hati masarakat pasundan dan kaum tasawuf ditanah air pada umumnya.

Tokoh kian-santang ini pertama kali berhembus dan dikisahkan oleh raden CAKRABUANA atau pangeran walangsungsang ketika menyebarkan islam di tanah cirbon dan pasundan.pangeran cakrabuana adalah anak dari prabu sili-wangi atau jaya dewata raja pajajaran, yang dilahirkan dari permisuri ketiga yang bernama nyi subang larang, subang-larang sendiri murid dari mubaliq kondang yaitu syeh maulana-hasanudin atau terkenal dengan syeh kuro krawang.

Mulanya yaitu ,Ketika raden walangsungsang memilih untuk pergi meninggalkan galuh pakuan atau pajajaran ,yang di sbeapkan oleh keberbedaan haluan dengan keyakinan ayahnya yang memeluk agama “shangyang”, pada waktu itu. diriwayatkan beliau berkelana mensyi’arkan islam bersama adiknya yaitu rara santang (ibu dari syarif hidayatullah atau “sunan gunung jati”)dengan membuka perkampungan di pesisir utara yang menjadi cikal-bakal kerajaan caruban atau kasunanan cirebon yang sekarang adalah “kota madya cirebon”

Logenda kian-santang sendiri diambil dari sebuah kisah nyata, dari tanah pasundan tempo dulu yang ceritanya pada waktu itu tersimpan rapi berbentuk buku di perpustakaan kerajaan pajajaran.

Karena pajajaran adalah hasil penyatuan dua kerajaan antara galuh dan kerajaan sunda pura yang dimana kerajaan galuh dan sundapura adalah dua kerajaan pecahan dari taruma negara, yang di masa prabu PURNA-WARMAN yaitu raja ketiga dari kerajaan taruma negara yang di pecah menjadi dua yaitu tarumanegara yang berganti sundapura dan ibukota lama menjadi galuh pakuan. Dan jaya dewata menyatukan kembali dua pecahan kerajaan taruma negara menjadi pajajaran.

Di mana di kisahkan pada waktu itu yaitu abad ke 4m atau tahun 450m pernah terdapat putra mahkota yang sakti mandraguna bernama GAGAK LUMAYUNG yang dalam ceritanya “di tataran suda dan sekitarnya ,tak ada yang mampu mengalahkan ilmu kesaktiannya. hingga suatu saat datang pasukan dari dinasti TANG yang hendak menaklukkan kerajaan tarumanegara. namun berkat gagak lumayung ,pasukan TANG dapat di halau dan tunggang-langgang meninggalkan taruma negara.

semenjak itu raden gagak lumayung di beri sebutan ”KI AN SAN TANG” atau ”penakluk pasukan tang”
Di ceritakan sang kiansantang ini karena saking saktinya hingga dia rindu kepingin melihat darahnya sendiri
Hingga sampailah di suatu ketika sa’at dia mendapat wangsit di tapabratanya bahwah di tanah arab terdapat orang sakti mandraguna

Konon: dengan ajian napak sancangnya raden kian santang mampu mengarungi lautan dengan berkuda saja.
“Di mana dalam ceritanya ketika sampai di pesisir beliau bertemu seorang kakek ,dan padanya dia minta untuk di tunjukan di mana orang sakti yang kian santang maksud tersebut”.
Dan dengan senang hati si-kakek tersebut menyanggupinya dan sementara dia mengajak beliau “kiansantang” untuk mampir dulu ke rumahnya.

Al-kisah setelah sampai di rumahnya tongkat dari sang kakek tersebut tertinggal di pesisir dan minta kian santang untuk mengambilkanya ,konon dikisahkan si-kian santang tak mampu mencabutnya sampai tanganya berdarah-darah ,disitulah kian santang baru sadar kalau kakek itu adalah orang yang di carinya.

Dan akhirnya dengan membaca kalimah syahadat yang di ajarkan sang kakek tadi “yang akhirnya menjadi guru spiritualnya” tongkat tersebut dapat di cabut .dan siapakah kakek tersebut? ya dia adalah taklain dan tak bukan syaidina ali r.a menantu dari baginda nabi muhamad s.a.w.

Cerita tersebut membumi sekali sampai saat sekarang. Dan yang aneh, kebanyakan orang menduga kalau kian santang itu adalah raden walang sungsang. Padahal banyak sekali cerita yang sepadan dengan kisah raden walang sungsang tersebut. Yang sesungguhnya dialah yang mengisahkan justru dialah yang di kira pelaku (raden walang sungsang atau pangeran cakrabuana) sebagai tokoh yang diceritakan itu. Tujuannya adalah hanya sebagai media dakwah dan penyebaran islam di bumi cirbon dan sekitarnya.

Sehingga sampai sekarang banyak kalangan yang menyangka raden walangsungsang adalah kian santang bahkan ada yang menafikan kian santang adalah adik cakrabuana dan kakak dari rara santang.
Raden walangsungsang mengambil cerita ini dari perpustakaan kerajaan pajajaran dengan pertimbangan karena kisah itu mirip dengan kisahnya, Yang di mana kian santang setelah pulang dari arab dia ingin meng-islamkan ayahnya prabu purnawarman namun di tolaknya dan kian santang memilih meninggalkan istana
dan tahtanya di berikan adiknya yaitu darmayawarman

Begitu pula raden walang sungsang yang pernah merantau ke arab dan meningkahkan adiknya rara santang yang di ambil istri oleh putra kerajaan mesir waktu itu dan pernikahan berlangsum di mesir yang dari perkawinan inilah nanti akan lahirlah raden syarif hidayatullah atau sunan gunung jati.

Keinginan Walangsungsang untuk meng-islamkan prabu siliwangi ditolak mentah-mentah dan ayahnya tidak ingin bertarung dengan anaknya maka dia memilih mensucikan diri atau bertapa, konon beliau menjelma macan putih.

Pengambilan kisah penokohan dalam sebuah ceritra seperti ini sebenarnya pernah pula terjadi pada era sebelum raden walang sungsang yang tepatnya dilakukan oleh raja jaya-baya (raja islam pertama di tanah jawa) dari kerajaan panjalu atau kediri, di mana suaktu masih di pegang raja airlangga kerajaan tersebut bernama kerajaan KAHURIPAN dan karena kedua anaknya semua meminta tahta maka kahuripan di bagi dua yaitu panjalu dan jenggala. Sepanjang perkembangan dua kerajaan tersebut selalu bermusuhan dan pada masa kerajaan panjalu dirajai oleh jaya baya, panjalu mampu menaklukkan jenggala dan di satukan lagi antara jenggala dan panjalu.

Pada waktu panjalu menaklukkan jenggala rajanya jaya-baya meminta empu sedha dan empu panuluh untuk mengutip naskah dari india yang judulnya maha barata. namun di ferifikasi dengan gaya jawa. Sebagai perlambang atas kemenangan perang saudara panjalu atas jenggala. Yang akhirnya kitab tersebut di beri judul barata-yuda. Dan dalam kisah klasik jawa ini banyak kalangan masarakat yang mengira bahwa jaya baya adalah kelanjutan dari trah barata yaitu cicit dari parikesit putra abimanyu.

Juga kisah lainnya yang serupa pernah pula hadir kemasarakat yang tujuannya waktu itu sebagai media dakwah untuk melindungi rongrongan ajaran syariat terhadap kaum sufi.maka ketika bergerak menyebarkan islam WALI SONGO menurt banyak kalangan membuat cerita al-halaq fersi indonesia yaitu syeh siti jenar. Yang menurut doktor simon dari ugm berdasarkan temuannya karya-karya besar berupa naskah suluk dari sunan kali jaga dan lain sebagainya. Dapat di pastikan tokoh siti jenar adalah imajener hanya untuk media dakwah dan melindungi islam agar tetap pada ajaran ahlusunah wa jamaah.

Dan sampai saat ini pendapat itu masih simpang siur dan menjadi perdebatan dan polemik panjang oleh para ahli sejarah di tanah air.

Makom Prabu Kyan Santang

Setelah sekian banyak catatan sejarah yang sudah saya baca dan makam/kuburan yang dianggap sebagai makam Prabu Kian Santang yang sudah saya kunjungi, akan tetapi pertanyaan tersebut [judul di atas] sampai saat ini belum saya temukan jawabannya secara pasti, bahkan semakin banyak saya cari tau, semakin tidak jelas dimanakah makam sebenarnya, Prabu Kian Santang.

Prabu Kian Santang atau Pangeran Walangsungsang atau Sunan Rohmat atau Sunan Godog atau Ki Samadullah atau Abdullah Iman atau Pangeran Cakrabuana atau Hurang Sasakan atau Sri Mangana atau Gagak Lumayung atau Maulana Ifdil Hanafi atau Haji Tan Eng Hoat dilahirkan sekitar tahun 1423 M merupakan anak pertama dari tiga bersaudara yaitu Nyai Rara Santang atau Nyai Hajjah Syarifah Mudhaim lahir sekitar tahun 1426 M dan Raja Sangara lahir sekitar tahun 1428 M. Dari hasil perkawinan antara Prabu Siliwangi dan Nyai Subang Larang atau Nyai Subang Karancang.

Sejarah hidup Prabu Kian Santang juga terdiri dari beberapa versi, akan tetapi sejarah hidup beliau yang paling terkenal terutama oleh kalangan masyarakat Jawa Barat adalah awal mula beliau memeluk agama Islam.

Dalam Babad Godog diceritakan bahwa Kian Santang muda saat itu adalah seorang yang sangat sakti, sampai-sampai beliau tidak pernah melihat darahnya sendiri. Jiwa mudanya yang bergelora membawa beliau berkelana mencari orang yang sanggup mengalahkan beliau sampai beliau dapat melihat darahnya sendiri, hingga pada suatu saat beliau mendengar bahwa di daerah arab ada seorang yang sangat sakti mandra guna. Dengan ilmu ”napak sancang”nya (dapat berjalan di atas air) beliau sampai di wilayah arab dan bertemu dengan orang tua di pinggir pantai, dan singkat cerita mereka bertemu dan berkenalan sehingga orang tua tersebut mengajak beliau ke rumahnya dan orang tua tersebut berjanji akan mempertemukan dengan orang sakti yang dicarinya, dalam perjalanan ke rumah, tongkat orang tua tersebut tertancap dipasir, dan orang tua tersebut meminta bantuan Kian Santang untuk mengambilkannya, akan tetapi walaupuan seluruh ilmu kedigjayaan yang beliau miliki digunakan untuk mencabut tngkat tersebut, tetap saja tongkat tidak dapat diambil, sampai akhirnya keluar darah dari pori-pori tangan kian santang. 

Dari kejadian tersebut Kian Santang baru menyadari bahwa orang tua yang bertemu dengannya adalah orang yang dicarinya, orang tua tersebut adalah Syaidina Ali bin Abu Thalib ra., akhirnya beliau pun insyaf atas kesombongannya dan memeluk agama Islam.
Dalam cerita lain pula ada yang menyebutkan bahwa beliau memeluk Islam dibai’at langsung oleh Rasulullah SAW., kedua kisah tersebut jika dirunut berdasarkan periode waktu beliau di lahirkan dengan periode Rasulullah dan para Sahabat sangat terpaut jauh periodenya yaitu sekitar kurang lebih delapan abad. Wallahualam…

Berdasarkan sumber lain di ceritakan pula bahwa beliau sudah memeluk agama Islam sejak kecil/lahir, karena beliau adalah cucu dari Syekh Quro dari karawang, ayah dari ibunya yaitu Nyai Subang Larang. Kemudian beliau belajar agama Islam pada Syekh Datuk Kahfi di Cirebon, dan pergi ke tanah suci untuk melakukan haji sekaligus memperdalam ilmu agama Islam bersama adiknya yaitu Nyai Rara Santang. 

Setelah kembali ke tanah Jawa, beliau mendirikan kerajaan Cirebon dan menyebarkan agama Islam, sampai suatu waktu beliau mengajak ayahnya yaitu Prabu Siliwangi untuk memeluk agama Islam, tapi walau pun Prabu Siliwangi sudah menyadari bahwa agama Islam adalah agama yang benar, karena Nyai Subang Larang istri Prabu Siliwangi, Ibunda Kian santang Sendiri adalah seorang muslimah, akan tetapi ayah beliau Prabu Siliwangi belum diberikan hidayah oleh Allah SWT. untuk memeluk agama Islam. 

Sampai terjadilah suatu kejadian yang terkenal pula kisahnya dikalangan masyarakat Jawa Barat yaitu kisah dikejar-kejarnya Prabu Siliwangi oleh Kian Santang dan dalam proses pengejaran itu masing-masing menggunakan ilmu ”nurus bumi” yaitu berlari dibawah tanah. Sampai di sebuah hutan di daerah Garut yang bernama hutan Sancang mereka bertemu dan bertarung mengadu kesaktian. 

Akan tetapi Prabu Siliwangi kalah dalam pertarungan tersebut dan Prabu Siliwangi dengan kebijaksanaanya mempersilahkan pengikutnya untuk mengikuti ajaran Kian Santang, cerita ini termaktub dalam Uga Wangsit Prabu Siliwangi.

Perjalan panjang hidup Kian Santang yang berkelana antara wilayah tatar Sunda dan Cirebon, hal ini lah menjadikan makam beliau ada dimana-mana yaitu diantaranya di komplek pemakamam Gunung Jati – Cirebon, di daerah Godog – Garut – Jawa Barat, di daerah hutan Sancang – Garut – Jawa Barat, dan dibeberapa tempat lainnya. Dan untuk makam asli beliau tidak ada yang tau pasti, tapi jika mengikuti perjalanan sejarah, makam yang berada di komplek pemakaman kesultanan Cirebon yang ada di wilayah Gunung Jati, yang lebih mendekati kebenaranan. 

Makam yang berada ditempat lain hanya merupakan suatu simbol yang dibuat oleh masyarakat diwilayah tersebut yang menunjukan bahwa beliau pernah ke wilayah tersebut (patilasan [sunda: bekas singgah]). Hal ini sama seperti makam-makam seorang nabi yang berada di beberapa tempat